Harainpembela.com-- Proyek program sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) Desa Kadatong, Kecamatan Galesong Selatan (Galsel), Kabupaten Takalar, menuai sorotan sejumlah kalangan aktivis.
Pasalnya, kegiatan yang menghabiskan anggaran sekira Rp400 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut diduga jadi ladang meraup keuntungan pribadi bagi pengelola kegiatan di lapangan dan pengurus lainnya.
Penanggung jawab kegiatan, Daeng Ila enggan memberikan klarifikasinya hingga sekarang.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Daeng Ila enggan mengklarifikasi lantaran hasil kerjanya terbilang bagus. Selain itu, dia (Daeng Ila, maksudnya) tidak ingin larut karena adanya niat terjun ke politik pada Pilkades mendatang.
"Daeng Ila pilih diam karena takut hilang kepercayaan di masyarakat setempat, apalagi ada niat mencalonkan diri di Pilkades mendatang," ujar sumber di Kadatong.
Di sumber lain, kegiatan Sanimas yang bersumber dari APBN dan merupakan bagian tak terpisahkan dari Aspirasi DPRD RI ini dikabarkan jadi amunisi pendapatan baik pengelola kegiatan lapangan juga pengurus lainnya, benarkah ada fee-nya...? Tetap jadi referensi selanjutnya.
"Proyek itu turun dengan modus operandinya saling menguntungkan," ungkapnya.
Dilansir sebelumnya, salah sati lembaga masyarakat melayangkan surat bernomor istimewa ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah II Sulsel.
"Kami akan kawal dan berupaya mengungkap tabir orang berpengaruh dan penerima fee yang dimaksud informan," kata penggiat sosial sesaat setelah lembaran suratnya dikirim ke redaksi.(wafidor)